Bimtek Penyusunan Gender Analisis (GAP) dan GBS

Bimtek Penyusunan Gender Analisis (GAP) dan GBS

Bimtek Penyusunan Gender Analisis (GAP) dan GBS

Di era modern yang menuntut pembangunan berkelanjutan yang adaptif, pengarusutamaan kesetaraan gender bukan lagi pilihan, melainkan sebuah kebutuhan fundamental. Integrasi perspektif gender dalam setiap fase perencanaan dan penganggaran adalah kunci untuk mencapai kemajuan sejati. Platindo Pusat Pelatihan, sebagai institusi yang dikenal luas atas keunggulannya, dengan bangga mempersembahkan Bimtek Penyusunan Gender Analisis (GAP) dan Bimtek Gender Budget Statement (GBS). Pelatihan vital ini dirancang secara khusus untuk membekali para pembuat kebijakan dan praktisi dengan kompetensi strategis yang tak ternilai. Tujuannya adalah untuk mewujudkan pembangunan yang lebih adil, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan seluruh masyarakat, menjadikannya agenda prioritas di tahun 2025 dan tahun-tahun berikutnya.


Apa Itu Gender Analisis (GAP) dan Gender Budget Statement (GBS)?

Gender Analisis (GAP) merupakan sebuah metodologi analitis yang mendalam dan sistematis. Fungsi utamanya adalah untuk mengidentifikasi serta memahami secara komprehensif perbedaan-perbedaan peran, kebutuhan spesifik, kendala yang dihadapi, dan peluang yang ada antara perempuan dan laki-laki dalam suatu konteks sosial, ekonomi, atau politik tertentu. Ini jauh melampaui sekadar observasi perbedaan; Gender Analisis (GAP) adalah investigasi kritis tentang bagaimana kebijakan publik, program, dan proyek yang sudah berjalan atau yang akan diimplementasikan dapat memengaruhi perempuan dan laki-laki secara tidak seragam. Tujuan fundamental dari Gender Analisis (GAP) adalah memastikan setiap intervensi pembangunan tidak hanya mampu mengatasi akar permasalahan ketidaksetaraan gender yang mungkin ada, tetapi juga secara proaktif mempromosikan partisipasi yang setara dan distribusi manfaat yang adil bagi semua gender.

Proses ini melibatkan lebih dari sekadar pengumpulan data yang terpilah berdasarkan gender; ini tentang interpretasi data tersebut untuk mengungkap dinamika kekuasaan, norma sosial, dan struktur yang membentuk pengalaman hidup yang beragam antara perempuan dan laki-laki. Gender Analisis (GAP) adalah fondasi yang kokoh untuk perencanaan yang responsif gender, memberdayakan para perencana untuk melihat melampaui angka dan memahami realitas kehidupan yang kompleks. Proses Gender Analisis (GAP) yang efektif mencakup berbagai tahapan krusial, mulai dari pengumpulan data primer dan sekunder yang relevan, conducting wawancara mendalam dengan beragam pemangku kepentingan dari berbagai latar belakang, hingga melakukan analisis mendalam terhadap kerangka kebijakan publik dan praktik yang relevan. Keberhasilan program pembangunan sangat bergantung pada ketajaman dan akurasi dari Gender Analisis (GAP) yang dilakukan.

Selaras dengan itu, Gender Budget Statement (GBS), atau yang juga dikenal sebagai Pernyataan Anggaran Berperspektif Gender, adalah instrumen inovatif dan transparan yang digunakan untuk menganalisis serta melaporkan sejauh mana anggaran publik telah dialokasikan dan dimanfaatkan untuk mempromosikan kesetaraan gender. Penting untuk digarisbawahi bahwa Gender Budget Statement (GBS) tidak berarti penciptaan anggaran terpisah khusus untuk perempuan atau laki-laki. Sebaliknya, ini adalah sebuah analisis mendalam terhadap anggaran yang sudah ada untuk menilai dampaknya terhadap kesetaraan gender. Proses ini melibatkan peninjauan ulang alokasi belanja pemerintah, pos-pos pendapatan, dan kebijakan fiskal lainnya melalui lensa gender yang kritis dan inklusif.  Dengan demikian, Gender Budget Statement (GBS) memberdayakan pemerintah dan organisasi untuk secara proaktif mengidentifikasi kesenjangan gender dalam alokasi sumber daya.

Ini juga memungkinkan mereka untuk mengambil tindakan korektif demi memastikan bahwa sumber daya digunakan secara adil dan efektif untuk semua gender. Penyusunan Gender Budget Statement (GBS) memerlukan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana program-program pemerintah memengaruhi kehidupan perempuan dan laki-laki secara spesifik, serta kemampuan untuk mengukur dan melaporkan dampak tersebut secara transparan dan akuntabel. Integrasi yang kuat antara Gender Analisis (GAP) dan Gender Budget Statement (GBS) menjadi sangat krusial untuk memastikan bahwa perencanaan dan penganggaran pembangunan benar-benar responsif gender dan mampu menghasilkan perubahan positif yang berkelanjutan. Bimtek Penyusunan Gender Analisis (GAP) dan Bimtek Gender Budget Statement (GBS) dari Platindo secara khusus didesain untuk memberikan landasan kuat bagi implementasi ini, memastikan para peserta siap menghadapi tantangan di lapangan.


Tujuan dan Manfaat Bimtek Penyusunan Gender Analisis (GAP) dan GBS

Bimtek Penyusunan Gender Analisis (GAP) dan Bimtek Gender Budget Statement (GBS) yang diselenggarakan oleh Platindo Pusat Pelatihan menawarkan serangkaian tujuan dan manfaat yang signifikan dan transformatif bagi para pesertanya, mendorong mereka menuju keunggulan dalam implementasi pembangunan berkelanjutan:

  • Peningkatan Pemahaman Konseptual Mendalam: Peserta akan memperoleh pemahaman yang kokoh dan mendalam tentang konsep-konsep dasar kesetaraan gender, metodologi Gender Analisis (GAP), dan instrumen Gender Budget Statement (GBS), serta relevansinya yang tak terbantahkan dalam konteks pembangunan berkelanjutan.
  • Pengembangan Keterampilan Praktis Unggul: Peserta akan dilatih secara langsung (hands-on) dan intensif dalam menyusun laporan Gender Analisis (GAP) yang komprehensif dan berbasis bukti, serta Gender Budget Statement (GBS) yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
  • Mendorong Perencanaan Berbasis Data Akurat: Bimtek Penyusunan Gender Analisis (GAP) ini membekali peserta dengan kemampuan esensial untuk menggunakan data terpilah gender secara efektif dan efisien dalam setiap tahapan proses perencanaan, monitoring, dan evaluasi kebijakan publik serta program.
  • Optimalisasi Alokasi Anggaran Strategis: Membantu peserta dalam mengidentifikasi secara cermat kesenjangan gender yang mungkin ada dalam alokasi anggaran dan mengoptimalkan penggunaannya untuk mencapai tujuan kesetaraan gender yang ambisius dan terukur. Ini adalah inti dari Bimtek Gender Budget Statement (GBS).
  • Peningkatan Akuntabilitas dan Transparansi Maksimal: Dengan kemampuan menyusun Gender Budget Statement (GBS) yang solid dan transparan, organisasi dan instansi pemerintah dapat meningkatkan akuntabilitas dan transparansi mereka dalam pengelolaan anggaran terkait isu gender secara signifikan. Ini adalah salah satu hasil kunci dari Bimtek Penyusunan Gender Analisis (GAP) dan Bimtek Gender Budget Statement (GBS).
  • Kontribusi Nyata pada Pembangunan Inklusif: Melalui implementasi efektif dari hasil Gender Analisis (GAP) dan Gender Budget Statement (GBS), peserta secara aktif berkontribusi pada penciptaan pembangunan berkelanjutan yang lebih inklusif dan adil bagi seluruh lapisan masyarakat, tanpa memandang gender.
  • Pemenuhan Komitmen Nasional dan Internasional: Membantu instansi pemerintah dan lembaga non-pemerintah dalam memenuhi komitmen nasional dan internasional terkait kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, sesuai dengan mandat yang ada.
  • Peningkatan Efektivitas Program: Dengan integrasi perspektif gender yang kuat dan terencana, program-program pembangunan akan menjadi jauh lebih efektif dalam mencapai tujuan yang diinginkan dan memberikan dampak positif yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat. Ini adalah buah dari Bimtek Penyusunan Gender Analisis (GAP) dan Bimtek Gender Budget Statement (GBS).
  • Pengambilan Keputusan Berbasis Bukti: Membekali peserta dengan alat analisis bukti yang sangat diperlukan untuk pengambilan keputusan yang lebih baik, lebih informatif, dan lebih responsif gender di berbagai tingkatan kebijakan publik.
  • Pembentukan Jaringan Profesional Eksklusif: Peserta akan mendapatkan kesempatan emas untuk berinteraksi, berdiskusi, dan membangun jaringan profesional yang berharga dengan para ahli terkemuka dan praktisi lain di bidang kesetaraan gender selama pelaksanaan Bimtek Penyusunan Gender Analisis (GAP) dan Bimtek Gender Budget Statement (GBS).

Materi Bimtek Penyusunan Gender Analisis (GAP) dan GBS

Bimtek Penyusunan Gender Analisis (GAP) dan Bimtek Gender Budget Statement (GBS) dari Platindo dirancang dengan kurikulum yang komprehensif, mutakhir, dan relevan, mencakup berbagai materi penting untuk memastikan peserta memiliki pemahaman teoritis yang kuat dan keterampilan praktis yang mumpuni. Berikut adalah pokok-pokok bahasan inti yang akan dibahas secara mendalam dalam Bimtek Penyusunan Gender Analisis (GAP) dan Bimtek Gender Budget Statement (GBS) ini:

  • Konsep Dasar Kesetaraan Gender dan Pembangunan Berkelanjutan:
    • Pengertian fundamental gender, seks, dan konsep kesetaraan gender dalam konteks modern dan relevansinya dalam kebijakan publik.
    • Integrasi perspektif gender dalam Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai cetak biru global untuk pembangunan berkelanjutan.
    • Tinjauan komprehensif kerangka hukum dan kebijakan publik terkini terkait kesetaraan gender di Indonesia.
  • Pengantar Mendalam ke Gender Analisis (GAP):
    • Definisi, tujuan, dan prinsip dasar Gender Analisis (GAP) yang harus dipahami secara menyeluruh.
    • Metodologi dan tahapan sistematis dalam penyusunan Gender Analisis (GAP) yang efektif dan efisien.
    • Teknik identifikasi isu-isu gender dan kesenjangan yang seringkali terabaikan dalam perencanaan kebijakan publik.
    • Strategi pengumpulan data terpilah gender yang akurat (baik data kuantitatif maupun kualitatif) untuk Gender Analisis (GAP).
    • Analisis mendalam mengenai peran, akses, kontrol, dan manfaat berbasis gender dalam berbagai sektor pembangunan.
    • Studi kasus dan contoh-contoh praktis Gender Analisis (GAP) dari berbagai sektor kunci pembangunan, memperkaya pemahaman peserta.
  • Penguasaan Gender Budget Statement (GBS):
    • Definisi, tujuan, dan prinsip esensial Gender Budget Statement (GBS) yang harus dikuasai oleh setiap peserta.
    • Hubungan krusial dan keterkaitan antara Gender Analisis (GAP) dan Gender Budget Statement (GBS) sebagai dua alat yang saling mendukung.
    • Tahapan langkah-demi-langkah yang sistematis dalam penyusunan Gender Budget Statement (GBS) yang akuntabel.
    • Teknik identifikasi program dan kegiatan yang responsif gender dalam kerangka anggaran pemerintah.
    • Analisis dampak gender dari setiap alokasi anggaran yang ada dan implikasinya terhadap kesetaraan gender.
    • Pengembangan indikator kinerja berperspektif gender yang terukur dan relevan untuk Gender Budget Statement (GBS).
    • Strategi penyusunan laporan Gender Budget Statement (GBS) yang informatif, transparan, dan berdampak positif.
  • Praktik Hands-on Penyusunan GAP dan GBS:
    • Lokakarya interaktif dan latihan praktis intensif untuk penyusunan Gender Analisis (GAP) secara mandiri.
    • Lokakarya interaktif dan latihan praktis intensif untuk penyusunan Gender Budget Statement (GBS) dengan studi kasus nyata.
    • Diskusi kelompok dinamis dan analisis studi kasus untuk memperdalam pemahaman kritis peserta mengenai implementasi kebijakan publik berbasis gender.
    • Pemanfaatan tools dan templates inovatif untuk mempermudah dan mengefisienkan proses penyusunan Gender Analisis (GAP) dan Gender Budget Statement (GBS).
  • Monitoring dan Evaluasi Program Berperspektif Gender yang Efektif:
    • Penyusunan indikator kinerja berperspektif gender yang relevan dan dapat diukur untuk pembangunan berkelanjutan.
    • Metodologi monitoring dan evaluasi program dengan pendekatan gender yang terintegrasi dan komprehensif.
    • Pelaporan hasil monitoring dan evaluasi secara transparan dan akuntabel kepada pemangku kepentingan, memastikan dampak Gender Analisis (GAP) dan Gender Budget Statement (GBS) terlihat.

Setiap modul dalam Bimtek Penyusunan Gender Analisis (GAP) dan Bimtek Gender Budget Statement (GBS) ini dirancang secara cermat untuk memberikan pemahaman teoritis yang kokoh sekaligus keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan di lingkungan kerja peserta, menjadikan mereka agent of change sejati.


Siapa Target Peserta Bimtek Bimtek Penyusunan Gender Analisis (GAP) dan GBS Ini?

Bimtek Penyusunan Gender Analisis (GAP) dan Bimtek Gender Budget Statement (GBS) dari Platindo sangat relevan dan direkomendasikan bagi berbagai pihak yang berperan vital dalam perencanaan, penganggaran, dan implementasi program pembangunan berkelanjutan, baik di sektor pemerintahan maupun non-pemerintah. Para profesional yang akan mendapatkan manfaat maksimal dari pelatihan ini antara lain:

  • Perencana Pembangunan: Individu yang terlibat secara langsung dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), dan dokumen perencanaan strategis lainnya di tingkat pusat maupun daerah. Kemampuan dalam Gender Analisis (GAP) akan menjadi aset yang sangat berharga dalam peran ini.
  • Pengelola Anggaran/Keuangan: Pejabat atau staf yang bertanggung jawab atas penyusunan, pengelolaan, dan pelaporan anggaran di instansi pemerintah, kementerian/lembaga, dan pemerintah daerah. Pemahaman mendalam tentang Gender Budget Statement (GBS) adalah mutlak untuk efisiensi dan keadilan alokasi anggaran.
  • Analis Kebijakan: Individu yang bertugas menganalisis dampak dari setiap kebijakan publik dan program terhadap berbagai kelompok masyarakat, termasuk dari perspektif gender yang kritis dan inklusif.
  • Staf Organisasi Perangkat Daerah (OPD): Terutama mereka yang berada di bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, sosial, kesehatan, pendidikan, dan sektor-sektor terkait lainnya yang memerlukan integrasi Gender Analisis (GAP) dalam setiap program dan kegiatan mereka.
  • Anggota Tim Penyusun Anggaran: Setiap individu yang terlibat dalam proses penyusunan dan pembahasan anggaran di tingkat instansi atau daerah, agar anggaran yang dihasilkan lebih responsif gender melalui prinsip Gender Budget Statement (GBS).
  • Peneliti dan Akademisi: Dosen, peneliti, dan mahasiswa yang fokus pada isu kesetaraan gender, pembangunan berkelanjutan, dan kebijakan publik. Pelatihan ini akan memperkaya perspektif akademis dan penelitian mereka.
  • Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Organisasi Non-Pemerintah (NGO): Khususnya mereka yang bergerak di bidang advokasi kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan pembangunan masyarakat. Mereka akan mendapatkan alat praktis untuk Gender Analisis (GAP) dan Gender Budget Statement (GBS) dalam upaya advokasi mereka.
  • Staf Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda): Serta instansi sejenis di tingkat pusat yang memiliki mandat untuk mengintegrasikan isu gender dalam setiap rencana pembangunan dan strategi nasional, memastikan Gender Analisis (GAP) terimplementasi.
  • Pejabat Pengambil Keputusan: Pimpinan instansi atau unit kerja yang bertekad kuat untuk memastikan bahwa kebijakan dan program yang mereka susun dan implementasikan benar-benar responsif gender dan memberikan manfaat yang setara bagi semua lapisan masyarakat. Mereka akan mendapatkan wawasan berharga dari Bimtek Penyusunan Gender Analisis (GAP) dan Bimtek Gender Budget Statement (GBS).
  • Konsultan Pembangunan: Individu atau firma konsultan yang menyediakan layanan di bidang perencanaan pembangunan, monitoring, dan evaluasi, khususnya yang terkait dengan isu gender dan inklusivitas.

Dengan mengikuti Bimtek Penyusunan Gender Analisis (GAP) dan Bimtek Gender Budget Statement (GBS) ini, para peserta diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang visioner, mampu mengimplementasikan perspektif gender dalam setiap tahapan pembangunan berkelanjutan, mulai dari perencanaan hingga evaluasi, demi terwujudnya masyarakat yang lebih adil dan setara. Ini adalah investasi strategis untuk masa depan yang lebih baik dan inklusif.


FAQ (Frequently Asked Questions)

Q: Apa perbedaan fundamental antara Gender Analisis (GAP) dan Gender Budget Statement (GBS)? A: Gender Analisis (GAP) adalah proses investigasi sistematis untuk mengungkap perbedaan peran, kebutuhan, kendala, dan peluang antara perempuan dan laki-laki dalam suatu konteks spesifik. Fokusnya adalah mengidentifikasi isu-isu gender dan akar penyebabnya yang mendasari ketidaksetaraan. Sementara itu, Gender Budget Statement (GBS) adalah alat untuk meninjau dan melaporkan bagaimana anggaran publik dialokasikan dan dimanfaatkan untuk mempromosikan kesetaraan gender, serta menyoroti kesenjangan alokasi sumber daya dari perspektif gender.

GAP berfungsi sebagai fondasi analisis yang esensial untuk penyusunan GBS, karena GBS memerlukan pemahaman tentang bagaimana kebijakan publik dan program anggaran berdampak pada gender. Keduanya bekerja sama secara sinergis dan saling melengkapi dalam upaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang responsif gender.

Q: Mengapa Bimtek Penyusunan Gender Analisis (GAP) dan Bimtek Gender Budget Statement (GBS) ini sangat krusial bagi instansi pemerintah? A: ini memegang peranan vital bagi instansi pemerintah karena membekali mereka untuk memenuhi amanat hukum dan komitmen global serta nasional terkait kesetaraan gender, seperti Strategi Nasional Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (RAN PP-PA) dan Sustainable Development Goals (SDGs).

Dengan menguasai Gender Analisis (GAP) dan Gender Budget Statement (GBS), instansi pemerintah dapat merancang program dan mengalokasikan anggaran secara lebih efisien dan efektif, memastikan bahwa manfaat pembangunan berkelanjutan dirasakan secara adil oleh semua gender. Ini juga secara signifikan meningkatkan akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan keuangan publik, serta memperkuat legitimasi program-program pemerintah di mata masyarakat dan pemangku kepentingan. Kemampuan untuk menyusun Gender Analisis (GAP) dan Gender Budget Statement (GBS) adalah kunci utama menuju perencanaan kebijakan publik yang inklusif dan berkelanjutan di masa depan.

Bimtek Penyusunan Gender Analisis (GAP) dan GBS

Bimtek Penyusunan Gender Analisis (GAP) dan GBS

Sehubung Dengan Penjelasan Di Atas, Dalam Rangka Memahami Serta Meningkatkan Kapasitas Dan Kapabilitas Pemerintah Pusat, Daerah Dan Swasta. Maka Kami Dari Platindo Pusat Pelatihan Mengajak Bapak/Ibu/Saudara(i) Untuk Mengikuti Bimbingan Teknis Dengan Tema: Bimtek Penyusunan Gender Analisis (GAP) dan GBS

Metode 

Pemaparan Materi, diskusi, tanya jawab, studi kasus dan simulasi langsung dengan konsep:

  • 20% Teori berdasarkan literatur praktisi
  • 40% analisa best practices & benchmarking antara: Institusi, korporasi & Industri
  • 40% Studi kasus nyata & brainstorming antara Narasumber / Trainer dengan peserta kegiatan

Pilihan Kelas Pelaksanaan: 

  1. Kelas Tatap Muka Di Hotel
  2. Online Zoom Meeting
  3. In House Training

Biaya 

  • Online Zoom Meeting : Rp. 3.000.000,- (Tiga Juta Rupiah)
  • Non Akomodasi Penginapan : @Rp. 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah)
  • Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Twin Sharing (1 Kamar Untuk 2 Orang Peserta) : Rp. 4.800.000,- (Empat Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah)
  • Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Suite Room (1 Kamar Untuk 1 Orang Peserta) : Rp. 5.700.000,- (Lima Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah)

Fasilitas 

  • Bahan Ajar Modul ( Softcopy Dan Hardcopy)
  • Seminar Kit
  • Kuitansi Pembayaran Perpeserta
  • Sertifikat
  • Tas Kegiatan
  • Konsumsi Dan Coffe Break Selama Kegiatan
  • Kartu Tanda Peserta
  • Penjemputan Di Bandara / Stasiun Bagi Peserta Rombongan Minimal 8 Orang Peserta

Tata Cara Pendaftaran: 

  • Surat Undangan Kegiatan Beserta Jadwal Kegiatan Akan Dikirimkan Setelah Melakukan Konfirmasi Melalui Panitia Arie Hp/Wa: 085 376 771 176
  • Surat Undangan Kegiatan Akan Dikirimkan Via E-Mail Dan/Atau Whatsapp
  • Bagi Peserta Minimal 5 Orang Dapat Menentukan Waktu, Tempat Dan Materi Kegiatan Sesuai Kebutuhan Peserta
  • Pendaftaran Paling Lambat 3 Hari Sebelum Pelaksanaan Kegiatan
  • Tema, Materi Serta Rundown Kegiatan Dapat Menyesuaikan Keinginan Peserta

Kontak Person

Bimtek Penyusunan Gender Analisis (GAP) dan GBS

Bimtek Penyusunan Gender Analisis (GAP) dan GBS

author-avatar

Tentang Bimtek Platindo

Platindo adalah Pusat pelatihan yang yang bergerak dibidang riset, pengkajian bimbingan teknis, diklat, workshop, sertifikasi, pelatihan dan pendidikan non formal. Platindo didirikan sebagai pengembangan sumber daya manusia (SDM) terutama dibidang pendidikan. Baik bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta & mahasiswa.

Tinggalkan Balasan