Pelatihan Protokol dan MC Aparatur Pemerintah: Strategi Spektakuler Membangun Citra Instansi yang Legal, Akuntabel, dan Profesional

Pelatihan Protokol dan MC Aparatur Pemerintah

Pelatihan Protokol dan MC Aparatur Pemerintah

Pelatihan Protokol dan MC Aparatur Pemerintah. Di era keterbukaan informasi yang serba cepat ini, performa komunikasi publik dari sebuah instansi dinilai langsung oleh masyarakat luas melalui keberhasilan setiap agenda resminya. Kehadiran Pelatihan Protokol dan MC Aparatur Pemerintah menjadi instrumen yang sangat krusial bagi setiap organisasi birokrasi untuk mencetak sumber daya manusia yang mampu mengelola acara formal secara presisi dan bermartabat. Kegagalan komunikasi atau kesalahan dalam penataan tempat dalam acara kenegaraan dapat berdampak buruk pada wibawa institusi di mata publik serta memicu opini negatif yang merugikan.

Melalui Pelatihan Protokol dan MC Aparatur Pemerintah yang terstruktur, aparatur sipil negara kini dituntut untuk menguasai regulasi keprotokolan terbaru guna menjamin keabsahan, keteraturan, dan kehormatan setiap acara dinas yang diselenggarakan. Kebutuhan akan kompetensi ini tidak lagi sekadar pelengkap administrasi, melainkan sebuah kewajiban strategis demi menjaga nama baik korps birokrasi secara menyeluruh.

Setiap institusi pemerintahan, baik di tingkat pusat maupun daerah, pasti sering mengadakan berbagai kegiatan seremonial seperti upacara bendera, pelantikan pejabat, rapat koordinasi nasional, hingga penyambutan tamu-tamu asing dari mancanegara. Keberhasilan rentetan acara tersebut tidak terlepas dari peran vital tim di balik layar, khususnya para petugas protokoler dan pemandu acara formal. Ketika seorang aparatur memiliki kompetensi yang mumpuni, maka seluruh rangkaian acara akan mengalir dengan tertib, mencerminkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, dan profesional di hadapan semua pemangku kepentingan.


Apa Itu Pelatihan Protokol dan MC Aparatur Pemerintah?

Secara mendasar, Pelatihan Protokol dan MC Aparatur Pemerintah adalah program peningkatan kompetensi terpadu yang dirancang khusus untuk membekali aparatur sipil negara dengan keahlian tata tempat, tata upacara, tata penghormatan, serta keterampilan berbicara di depan publik selaku pemandu acara formal. Kegiatan keprotokolan di lingkungan birokrasi bukanlah sekadar pengaturan teknis dekorasi atau konsumsi semata, melainkan sebuah implementasi langsung dari amanat undang-undang yang mengatur jalannya fungsi pemerintahan agar berjalan tertib, harmonis, dan sesuai dengan hierarki ketatanegaraan yang berlaku di Indonesia.

Di sisi lain, peran pemandu acara formal dalam instansi pemerintah memiliki karakteristik yang sangat berbeda jika dibandingkan dengan sektor swasta, dunia hiburan, atau acara pernikahan umum. MC birokrasi dituntut memiliki pembawaan yang formal ringan, tegas namun tetap anggun, serta pemahaman etika protokoler yang sangat ketat agar tidak salah dalam menyebutkan gelar kebangsawanan, jabatan struktural, maupun urutan penghormatan pimpinan. Kombinasi kedua disiplin ilmu ini memastikan setiap kegiatan kedinasan berjalan mulus tanpa ada pihak yang merasa dirugikan hak protokolernya.

Untuk memahami esensi dasar dari Pelatihan Protokol dan MC Aparatur Pemerintah ini, kita harus melihat bahwa keprotokolan adalah seni sekaligus ilmu administrasi. Di dalamnya terdapat aturan-aturan universal dan lokal yang bersifat mengikat bagi seluruh pejabat negara. Ketika seorang pemandu acara atau petugas protokol memahami esensi ini, mereka tidak lagi bekerja berdasarkan intuisi atau kebiasaan lama yang belum tentu benar, melainkan berdasarkan pedoman legalitas hukum yang kuat, sehingga seluruh pelaksanaan kegiatan dapat dipertanggungjawabkan secara administratif dan moral.

Perkembangan teknologi digital dan tuntutan transparansi publik juga turut mengubah lanskap keprotokolan modern. Saat ini, acara pemerintah tidak hanya disaksikan oleh peserta yang hadir di dalam ruangan, tetapi juga disiarkan secara langsung melalui berbagai kanal media sosial instansi. Hal ini memperbesar sorotan publik terhadap jalannya acara. Oleh karena itu, aparatur pemerintah harus memiliki kesiapan mental dan keterampilan teknis yang matang agar setiap detail visual maupun verbal yang tertangkap kamera mencerminkan standar pelayanan publik yang prima dan berwibawa.


Tujuan dan Manfaat Pelatihan Protokol dan MC Aparatur Pemerintah

Pelaksanaan program pengembangan Pelatihan Protokol dan MC Aparatur Pemerintah ini memegang peran penting dalam memodernisasi tata kelola administrasi serta hubungan masyarakat di seluruh lingkungan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

  • Menyelaraskan pemahaman aparatur mengenai regulasi keprotokolan terbaru yang berlaku secara nasional sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

  • Meningkatkan keterampilan berbicara di depan publik dengan artikulasi yang jelas, intonasi yang tepat, dan pembawaan formal yang prima.

  • Membangun rasa percaya diri yang tinggi bagi aparatur saat bertugas mengendalikan acara berskala besar yang dihadiri oleh pejabat tinggi negara.

  • Meminimalisasi risiko kesalahan teknis, pelanggaran etika birokrasi, serta ketidaksesuaian tata tempat pimpinan dalam agenda resmi instansi.

  • Mewujudkan pelayanan kedinasan yang prima demi mendongkrak indeks reformasi birokrasi di bidang humas dan keprotokolan.

  • Peningkatan Citra Publik: Acara kedinasan yang dikelola dengan rapi mencerminkan profesionalisme dan keseriusan instansi dalam melayani negara.

  • Efisiensi Koordinasi: Tim protokol dan MC yang terlatih mampu membangun sinergi yang solid dengan unit kerja lain serta pihak keamanan eksternal.

  • Standardisasi Pelayanan: Instansi memiliki acuan baku yang legal dan akuntabel dalam menyelenggarakan upacara formal maupun rapat koordinasi.

  • Mitigasi Risiko Krisis: Aparatur memiliki kesiapan mental dan taktis dalam mengatasi situasi darurat di atas panggung secara tenang.

Lebih jauh lagi, manfaat dari pelaksanaan kegiatan ini akan dirasakan dalam jangka panjang berupa terbentuknya Standard Operating Procedure (SOP) internal yang baku terkait penyelenggaraan acara dinas. SOP yang lahir dari pemahaman yang benar akan mempermudah regenerasi petugas protokol di masa mendatang, sehingga kualitas pelaksanaan acara tetap terjaga secara konsisten meskipun terjadi mutasi atau rotasi pegawai di lingkungan internal instansi. Hal ini merupakan bagian dari penguatan kelembagaan yang berkelanjutan.


Materi Pelatihan Protokol dan MC Aparatur Pemerintah

Kurikulum dalam Pelatihan Protokol dan MC Aparatur Pemerintah disusun secara sistematis dan komprehensif agar peserta mampu menguasai aspek teoretis regulasi sekaligus keterampilan praktis di lapangan secara seimbang.

Materi pertama yang menjadi fondasi utama adalah pengenalan hukum keprotokolan Indonesia. Peserta akan mendalami undang-undang keprotokolan terbaru, aturan tata tempat bagi pejabat negara, pejabat pemerintah, serta tokoh masyarakat tertentu. Selain itu, dibahas pula mengenai tata upacara penandatanganan kerja sama, pelantikan jabatan, serta tata penghormatan baku seperti penggunaan bendera negara, lagu kebangsaan, dan lambang-lambang kehormatan lainnya secara legal dan akuntabel.

Materi kedua difokuskan pada teknik olah vokal dan public speaking khusus untuk MC formal birokrasi. Bagian ini mengupas tuntas cara memproduksi suara perut (diaphragmatic breathing), mengatur kecepatan berbicara (pacing), menentukan jeda yang dramatis namun sopan, serta cara mengatasi vokal pengisi seperti “eumm” atau “aaa” yang dapat mengurangi profesionalisme. Peserta juga dilatih untuk menyusun skrip MC secara mandiri yang fleksibel namun tetap mematuhi pakem aturan keprotokolan yang kaku.

Materi ketiga yang tidak kalah penting adalah manajemen krisis dan penanganan kendala di lapangan. Dunia keprotokolan sangat dinamis dan sering kali dihadapkan pada perubahan agenda secara mendadak. Peserta akan diajarkan strategi taktis menghadapi keterlambatan kehadiran pejabat utama, perubahan susunan acara di menit-menit terakhir, gangguan teknis pada sistem suara, hingga penanganan psikologis saat terjadi kesalahan fatal di atas panggung agar suasana tetap terkendali dengan baik.

Materi keempat berkaitan dengan etika busana, konsep grooming, dan bahasa tubuh profesional. Penampilan fisik seorang praktisi protokol dan MC adalah representasi langsung dari kehormatan instansi yang diwakilinya. Sesi ini akan membahas standar pakaian sipil lengkap (PSL), pakaian dinas upacara (PDU), tata rias wajah yang natural namun segar, postur berdiri yang ideal, hingga cara berjalan dan memberikan isyarat tangan yang elegan di area steril acara resmi.

Materi kelima adalah simulasi komprehensif dan studi kasus nyata. Di akhir pemaparan teori, peserta akan dilibatkan dalam skenario simulasi pembuatan acara mini, mulai dari tahap perencanaan, penyusunan tata tempat duduk tamu VIP, gladi bersih, hingga pelaksanaan acara inti di mana setiap peserta akan bergantian berperan sebagai petugas protokol dan MC formal untuk mendapatkan evaluasi langsung dari para instruktur ahli.


Siapa yang Perlu Mengikuti Pelatihan Protokol dan MC Aparatur Pemerintah Ini?

Program Pelatihan Protokol dan MC Aparatur Pemerintah dirancang secara inklusif namun spesifik bagi para pemangku kepentingan yang bertanggung jawab langsung atas reputasi komunikasi dan tata kelola acara lembaga pemerintahan.

  • Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ditempatkan di bidang Hubungan Masyarakat, Publikasi, dan Komunikasi Publik.

  • Staf Sekretariat Daerah, Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, serta Bagian Umum di tingkat pusat maupun daerah.

  • Petugas Protokol resmi, Ajudan Pejabat, dan Sekretaris Pimpinan di kementerian, lembaga pemerintah non-kementerian, maupun BUMD.

  • Pegawai instansi yang sering ditunjuk atau dipercaya menjadi pemandu acara formal pada kegiatan rapat dinas internal dan eksternal.

  • Pimpinan unit kerja yang ingin mendalami tata cara koordinasi keprotokolan demi kelancaran agenda kerja dan kunjungan lapangan organisasi.

  • Anggota unsur pelaksana teknis yang sering terlibat dalam kepanitiaan hari-hari besar nasional di lingkungan instansinya masing-masing.

Dengan menyasar audiens yang tepat, dampak dari pelatihan ini akan langsung terasa pada operasional harian instansi. Pegawai yang telah mengikuti program ini akan menjadi motor penggerak transformasi layanan humas di tempat kerja mereka, sekaligus menjadi mentor bagi rekan-rekan sejawatnya untuk menyebarluaskan standar keprotokolan yang benar, modern, dan sesuai aturan hukum yang berlaku.


Narasumber dalam Pelatihan Protokol dan MC Aparatur Pemerintah Ini

Keberhasilan transfer pengetahuan dalam program Pelatihan Protokol dan MC Aparatur Pemerintah ini dijamin oleh kehadiran para narasumber yang memiliki kompetensi tinggi, sertifikasi resmi, serta rekam jejak panjang di dunia birokrasi nasional. Para instruktur terdiri dari praktisi keprotokolan senior kementerian, mantan kepala protokol istana negara, pejabat humas senior, serta praktisi public speaking profesional yang telah mendampingi ratusan acara berskala nasional dan internasional.

Dengan kombinasi latar belakang birokrasi yang kuat dan keahlian komunikasi modern, para narasumber mampu memberikan perspektif yang sangat aplikatif, legal, dan bebas dari kekeliruan audit tata kelola acara publik. Peserta tidak hanya belajar tentang teori normatif yang ada di dalam buku panduan, tetapi juga akan mendapatkan transfer pengalaman berharga, tips rahasia di balik panggung, serta analisis studi kasus riil dari berbagai peristiwa keprotokolan nyata yang pernah dihadapi oleh para pakar selama puluhan tahun mengabdi di dunia pemerintahan.

Keterlibatan narasumber profesional ini juga membuka ruang diskusi interaktif bagi para peserta untuk berkonsultasi mengenai permasalahan spesifik yang sering mereka hadapi di daerah masing-masing. Pendekatan pembelajaran orang dewasa (andragogi) yang diterapkan oleh para instruktur memastikan suasana kelas tetap hidup, formal ringan, mudah dipahami, dan memberikan solusi konkret yang dapat langsung diimplementasikan sekembalinya peserta ke unit kerja asli mereka.


Meningkatkan Standar Kualitas Acara Resmi Melalui Kedisiplinan

Penerapan ilmu yang didapat dari pelatihan ini menuntut kedisiplinan tingkat tinggi dari seluruh elemen panitia penyelenggara. Keprotokolan bukanlah kerja individu, melainkan hasil dari kerja tim yang harmonis antara pembawa acara, petugas pengatur barisan, tim teknis audio, hingga bagian pengamanan. Oleh karena itu, membangun komunikasi internal yang solid dan menyamakan persepsi antar-lini sebelum acara dimulai merupakan kunci utama terhindarnya instansi dari kesalahan fatal yang memalukan.

Kedisiplinan juga tecermin dari ketepatan waktu memulai acara. Dalam dunia birokrasi modern yang efisien, menghargai waktu adalah bentuk penghormatan tertinggi kepada para undangan dan masyarakat. Petugas protokol yang andal harus mampu mengondisikan para pejabat agar hadir tepat waktu melalui koordinasi intensif pra-acara dengan para sekretaris pribadi atau ajudan masing-masing pimpinan yang dijadwalkan hadir.

Selain itu, aspek dokumentasi dan publikasi juga harus diselaraskan dengan ritme keprotokolan. Tim humas harus tahu kapan waktu yang tepat untuk mengambil foto momentum penting tanpa mengganggu kekhusyukan jalannya upacara atau menghalangi pandangan mata para pejabat utama. Semua detail kecil ini dipelajari secara mendalam agar tercipta keselarasan total demi menjaga marwah lembaga di mata publik.


Menghadapi Tantangan Era Digital dalam Pelayanan Publik Modern

Digitalisasi membawa tantangan sekaligus peluang baru bagi dunia keprotokolan pemerintah. Penggunaan aplikasi undangan elektronik, pengaturan konfirmasi kehadiran berbasis sistem daring, hingga pengelolaan tata letak ruangan menggunakan perangkat lunak desain visual kini menjadi hal yang lumrah. Aparatur tidak boleh gagap teknologi dan harus mampu memanfaatkan perangkat digital ini untuk meningkatkan efisiensi kerja keprotokolan yang serba cepat.

Namun, di balik kemudahan digital tersebut, prinsip-prinsip dasar etika penghormatan dan tata tempat tidak boleh bergeser sedikit pun. Walaupun undangan dikirimkan melalui platform digital, tata bahasa yang digunakan harus tetap mencerminkan kesopanan birokrasi yang tinggi. Begitu pula saat menyelenggarakan rapat virtual atau hibrida; protokol internet (netiquette) seperti pengaturan latar belakang visual resmi, moderasi mikrofon peserta, dan urutan berbicara pimpinan tetap wajib dikelola dengan standar protokoler yang ketat.

Pelatihan ini secara adaptif juga memasukkan unsur-unsur pengelolaan acara digital tersebut ke dalam pembahasannya. Hal ini bertujuan agar lulusan program memiliki kompetensi ganda, yaitu mahir mengelola acara fisik secara luring (offline) sekaligus tangkas dalam mengendalikan jalannya konferensi video berskala besar secara daring (online) dengan tingkat profesionalisme yang setara.


Urgensi Regenerasi dan Kaderisasi Praktisi Protokol Instansi

Salah satu masalah klasik yang sering dihadapi oleh instansi pemerintah adalah hilangnya standar baku pengelolaan acara ketika petugas protokol senior memasuki masa pensiun atau dipindahtugaskan ke unit kerja lain. Fenomena ini terjadi akibat minimnya proses kaderisasi dan dokumentasi pengetahuan yang terstruktur. Oleh karena itu, mengirimkan aparatur muda secara berkala untuk mengikuti pelatihan keprotokolan menjadi sebuah investasi SDM yang sangat strategis bagi keberlangsungan organisasi.

Kaderisasi yang baik akan melahirkan lingkungan kerja yang siap menghadapi situasi apa pun secara mandiri. Ketika instansi memiliki stok MC formal dan petugas protokol yang melimpah dan merata di setiap unit kerja, maka beban kerja tidak akan menumpuk pada satu atau dua orang saja. Hal ini juga memberikan kesempatan bagi para pegawai muda untuk menunjukkan dedikasi, loyalitas, dan kemampuan terbaik mereka di hadapan pimpinan melalui kinerja pengelolaan acara yang gemilang.

Melalui program yang komprehensif ini, Platindo Pusat Pelatihan berkomitmen untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam mencetak kader-kader protokoler masa depan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga santun dalam berperilaku, tegas dalam menegakkan aturan, serta memiliki integritas tinggi dalam menjaga nama baik korps pegawai republik Indonesia di setiap penugasan.


FAQ (Frequently Asked Questions)

Apakah Pelatihan Protokol dan MC Aparatur Pemerintah ini juga membahas tata cara kunjungan kerja pejabat asing? Ya, materi pelatihan mencakup aturan keprotokolan internasional dasar, tata cara penyambutan tamu asing, serta penyesuaian budaya birokrasi global yang diselaraskan dengan regulasi nasional agar tetap akuntabel, legal, dan sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia.

Bagaimana pelatihan ini membantu meningkatkan rasa percaya diri staf yang belum pernah menjadi MC formal? Kurikulum pelatihan menyediakan sesi simulasi intensif dan praktik langsung dengan umpan balik konstruktif dari narasumber ahli. Metode praktis ini dirancang untuk mengikis kecemasan panggung serta membentuk mentalitas pemandu acara yang tangguh secara bertahap.


Kesempatan Emas Meningkatkan Kredibilitas Instansi Anda Sekarang Juga!

Jangan biarkan reputasi instansi Anda dipertaruhkan dalam acara formal yang tidak terkelola dengan baik akibat keterbatasan kompetensi SDM. Segera daftarkan aparatur terbaik dari lembaga, kementerian, atau pemerintah daerah Anda ke program pelatihan intensif yang diselenggarakan oleh kami. Dapatkan bimbingan langsung dari para praktisi ahli yang siap mentransformasikan staf Anda menjadi tenaga protokoler dan pemandu acara kelas dunia yang profesional, legal, dan akuntabel. Hubungi tim representatif Platindo Pusat Pelatihan hari ini untuk informasi kemitraan lebih lanjut dan amankan kuota kepesertaan instansi Anda demi mewujudkan pelayanan publik yang prima dan berwibawa di mata publik nasional maupun internasional!

Pelatihan Protokol dan MC Aparatur Pemerintah

Pelatihan Protokol dan MC Aparatur Pemerintah

Sehubung Dengan Penjelasan Di Atas, Dalam Rangka Memahami Serta Meningkatkan Kapasitas Dan Kapabilitas Pemerintah Pusat, Daerah Dan Swasta. Maka Kami Dari Platindo Pusat Pelatihan Mengajak Bapak/Ibu/Saudara(i) Untuk Mengikuti Bimbingan Teknis Dengan Tema: Pelatihan Protokol dan MC Aparatur Pemerintah

Metode Pelatihan Protokol dan MC Aparatur Pemerintah

Pemaparan Materi, diskusi, tanya jawab, studi kasus dan simulasi langsung dengan konsep:

  • 20% Teori berdasarkan literatur praktisi
  • 40% analisa best practices & benchmarking antara: Institusi, korporasi & Industri
  • 40% Studi kasus nyata & brainstorming antara Narasumber / Trainer dengan peserta kegiatan

Narasumber: Pelatihan Protokol dan MC Aparatur Pemerintah

Narasumber dalam Bimtek/Pelatihan ini adalah Trainer yang berpengalaman di bidang masing-masing dan Tersertifikasi BNSP. Narasumber kami dari kalangan Kementrian, Praktisi, Akademisi dan Konsultan. Narasumber kami juga open diskusi sebelum dan sesudah kegiatan berlangsung, agar semua masalah yang dihadapi oleh peserta dapat terselesaikan dan tercapainya tujuan dari peserta.

Pilihan Lokasi Kegiatan: Pelatihan Protokol dan MC Aparatur Pemerintah

Bimtek dan Pelatihan ini dilaksanakan di Beberapa kota besar di Indonesia Seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Bali, Batam, Surabaya, Malang, Medan, Makassar, Lampung, Semarang, Manado, Balikpapan, Samarinda, Banjarmasin, Palembang, Maluku, Papua dan Kota-kota besar lainnya. Peserta dapat request kota pilihan sesuai permintaan dengan menghubungi Tim kami.

Waktu Kegiatan: Pelatihan Protokol dan MC Aparatur Pemerintah

Untuk waktu kegiatan dapat menyesuaikan permintaan dari peserta, dan tersedia dari Bulan Januari  sampai Desember 2026.

Legalitas Lembaga:

  • SK KEMENKUMHAM RI NO. AHU-0038009.01.01 TAHUN 2024
  • NPWP PLATINDO PUSAT PELATIHAN : 20.820.279.6-017000
  • NOMOR INDUK BERUSAHA (NIB): 2905240099576

Pilihan Kelas Pelaksanaan: Pelatihan Protokol dan MC Aparatur Pemerintah

  1. Kelas Tatap Muka Di Hotel
  2. Online Zoom Meeting
  3. In House Training

Biaya Pelatihan Protokol dan MC Aparatur Pemerintah

  • Online Zoom Meeting : Rp. 3.000.000,- (Tiga Juta Rupiah)
  • Non Akomodasi Penginapan : @Rp. 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah)
  • Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Twin Sharing (1 Kamar Untuk 2 Orang Peserta) : Rp. 4.800.000,- (Empat Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah)
  • Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Suite Room (1 Kamar Untuk 1 Orang Peserta) : Rp. 5.700.000,- (Lima Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah)

Fasilitas Training Public Speaking ASN Profesional

  • Bahan Ajar Modul ( Softcopy Dan Hardcopy)
  • Seminar Kit
  • Kuitansi Pembayaran Perpeserta
  • Sertifikat
  • Tas Kegiatan
  • Konsumsi Dan Coffe Break Selama Kegiatan
  • Kartu Tanda Peserta
  • Penjemputan Di Bandara / Stasiun Bagi Peserta Rombongan Minimal 8 Orang Peserta

Tata Cara Pendaftaran: Pelatihan Master of Ceremony Formal Birokrasi

  • Surat Undangan Kegiatan Beserta Jadwal Kegiatan Akan Dikirimkan Setelah Melakukan Konfirmasi Melalui Panitia Arie Hp/Wa: 085 376 771 176
  • Surat Undangan Kegiatan Akan Dikirimkan Via E-Mail Dan/Atau Whatsapp
  • Bagi Peserta Minimal 5 Orang Dapat Menentukan Waktu, Tempat Dan Materi Kegiatan Sesuai Kebutuhan Peserta
  • Pendaftaran Paling Lambat 3 Hari Sebelum Pelaksanaan Kegiatan
  • Tema, Materi Serta Rundown Kegiatan Dapat Menyesuaikan Keinginan Peserta

Kontak Person Bimtek Keprotokolan dan MC Instansi Pemerintah

Pelatihan Protokol dan MC Aparatur Pemerintah

Pelatihan Protokol dan MC Aparatur Pemerintah

author-avatar

Tentang Bimtek Platindo

Platindo adalah Pusat pelatihan yang yang bergerak dibidang riset, pengkajian bimbingan teknis, diklat, workshop, sertifikasi, pelatihan dan pendidikan non formal. Platindo didirikan sebagai pengembangan sumber daya manusia (SDM) terutama dibidang pendidikan. Baik bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta & mahasiswa.

Tinggalkan Balasan